Your rating:
Dalam Sihir Perempuan, Intan Paramaditha mengolah genre horor, mitos, dan cerita-cerita lama dengan perspektif feminis. Buku ini pertama kali diterbitkan Katakita tahun 2005 dan meraih penghargaan 5 besar Khatulistiwa Literary Award (Kusala Sastra Khatulistiwa). Setelah 12 tahun, Sihir Perempuan diterbitkan ulang oleh Gramedia Pustaka Utama (April 2017) dengan kemasan baru dan ilustrasi untuk tiap cerita oleh Emte. Perempuan bisa menjadi apa saja: ibu, anak, karyawati yang baik, hingga boneka porselen. Namun dalam buku yang menghadirkan 11 cerita pendek ini, peran-peran yang seharusnya nyaman justru diteror oleh lanskap kelam penuh hantu gentayangan, vampir, dan pembunuh. Di sinilah perempuan dan pengalamannya yang beriak dan berdarah terpintal dalam kegelapan. Cerita: Pemintal Kegelapan Vampir Perempuan Buta Tanpa Ibu Jari Mobil Jenazah Pintu Merah Mak Ipah dan Bunga-Bunga Misteri Polaroid Jeritan dalam Botol Sejak Porselen Berpipi Merah itu Pecah Darah Sang Ratu
Publication Year: 2005
No posts yet
Kick off the convo with a theory, question, musing, or update
Your rating:
belum benar-benar tamat bacanya tapi aku harus segera tulis ulasanku buat darah-nya intan paramaditha yang, aduh, ditulisnya, beneran bikin jatuh cinta. aku bacanya sambil kesakitan karena tubuhku sedang jadi cucian yang diperas hingga kering dan yang tersisa tinggal perut berongga seperti spons yang tertusuk jarum. aku kayak hampir gila. katanya darah itu hidup. aku baru tahu rasanya kalau darahku bisa jadi sepuitis ini. darah yang mengalir jadi napas. darah yang mengalir di antara kedua kaki tertekuk yang kebas.
darah yang hidup. baik yang hitam maupun yang merah. yang bersih maupun yang katanya kotor sebab terjamah. darah.