Your rating:
Di sebuah gang kecil di Tokyo, ada kafe tua yang bisa membawa pengunjungnya menjelajahi waktu. Keajaiban kafe itu menarik seorang wanita yang ingin memutar waktu untuk berbaikan dengan kekasihnya, seorang perawat yang ingin membaca surat yang tak sempat diberikan suaminya yang sakit, seorang kakak yang ingin menemui adiknya untuk terakhir kali, dan seorang ibu yang ingin bertemu dengan anak yang mungkin takkan pernah dikenalnya. Namun ada banyak peraturan yang harus diingat. Satu, mereka harus tetap duduk di kursi yang telah ditentukan. Dua, apa pun yang mereka lakukan di masa yang didatangi takkan mengubah kenyataan di masa kini. Tiga, mereka harus menghabiskan kopi khusus yang disajikan sebelum kopi itu dingin. Rentetan peraturan lainnya tak menghentikan orang-orang itu untuk menjelajahi waktu. Akan tetapi, jika kepergian mereka tak mengubah satu hal pun di masa kini, layakkah semua itu dijalani?
No posts yet
Kick off the convo with a theory, question, musing, or update
Your rating:
Heartwarming. Itu sih yang bisa aku bilang dari buku ini. Buku ini cuma ada empat cerita tapi semuanya berhasil bikin aku merenung. Walaupun di kisah pertama agak bikin bosan dan menurutku cukup ringan tapi langsung dihantam sama tiga cerita setelahnya yang bikin aku cukup sering bengong.
Apalagi cerita kedua, jujur aku ikut patah hati tapi sekaligus diajak bangkit kembali dari rasa patah hatiku (walaupun aku nangis banjir waktu baca suratnya).
Buku ini buatku seperti mengajarkan bahwa selagi masih ada kesempatan, gunakan kesempatan itu dengan baik. Karena bagaimanapun kita kembali ke masa lalu, nggak akan merubah kenyataan yang ada. Begitupun di masa depan, kita nggak tau apa yang akan terjadi, jadi akan lebih baik kalau kita benar-benar memanfaatkan kesempatan yang kita punya dengan sangat baik.