Your rating:
"Di rumah-rumah yang disebut keluarga, perempuan terbiasa dilatih untuk diam. Mereka diajarkan bahwa tubuhnya adalah milik keluarga, milik suami, milik norma, milik Tuhan. Bahwa kesetiaan lebih penting daripada kebahagiaan. Bahwa pengorbanan adalah kodrat. Bahwa ibu harus memaafkan, anak perempuan harus mengerti, dan istri harus menahan diri. Dalam Bau Tubuh Perempuan, cerpen-cerpen karya Ester Pandiangan, tubuh perempuan menolak tunduk. Ia berhasrat. Ia cemburu. Ia keliru. Ia memilih. Ia terluka. Ia menikmati. Ia menyesal. Ia menginginkan lebih dari sekadar menjadi tempat pulang bagi laki-laki yang tak pernah benar-benar tinggal. Bau Tubuh Perempuan menghadirkan perempuan-perempuan yang tidak selalu kuat, tidak selalu benar, tetapi selalu nyata. Mereka mencintai, merawat, mengampuni, dan terkadang berbohong. Mereka tidak lemah, hanya saja dunia tak pernah memberi ruang yang adil untuk bersuara. Cerpen-cerpen ini mengorek persoalan keluarga, iman, dan cinta dari romantisasi yang selama ini kita pelihara. Di dalamnya, doa bisa menjadi pelarian, seks bisa menjadi pelampiasan, dan kesetiaan perlahan berubah menjadi beban yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Published: May 31, 2026
|Est. Pages: 232
|View All Languages & Editions